Solo Female Bikepacker Celebes

 

CARA PEMESANAN:

Whatsapp atau SMS ke 081774845134

atau pesan melalui message IG/FB Jejak Publisher (https://www.facebook.com/JejakOfficial) dengan format pemesanan:

Judul Buku/Jumlah Buku/Nama Pemesan/Alamat Lengkap/No HP/

Contoh: Solo Female Bikepacker Celebes/2/Budi Hartono/Jln Jenderal Sudirman No 4, Sukabumi 43355/0812345678

Setelah mendapat balasan konfirmasi, silahkan transfer harga buku + ongkos kirim sesuai alamat yang telah dituju ke rekening

Bank Mandiri: 132-00-1162500-2   a.n. Yoga Permana Wijaya

atau BRI:  4099-01-022688-53-0 a.n. Yoga Permana Wijaya

atau BCA: 352-052-763-9 a.n. Yoga Permana Wijaya

atau BNI: 058-396-222-5 a.n. Yoga Permana Wijaya

atau BJB: 0101270221100 a.n. Yoga Permana Wijaya

Lalu kirimkan bukti tanda transfernya melalui balasan pesan/whatsappnya.

Description

KATEGORI BUKU:
Non Fiksi – Travel, Catatan Perjalanan

JUDUL BUKU:
Solo Female Bikepacker Celebes

PENULIS:
Sheibasari

EDITOR:
Honey Kim

PENATA LETAK:
Tim CV Jejak

DESAIN SAMPUL:
Freepik – Meditation Art

PENERBIT:
CV Jejak (Jejak Publisher), anggota IKAPI

JUMLAH HALAMAN:
474 Halaman

DIMENSI:
14 x 20 cm

ISBN:
978-623-247-708-7

E-ISBN:
978-623-247-705-6


SINOPSIS:

Apakah sebuah alasan penting untuk menentukan tujuan? Sulawesi dengan pulau berinisial abjad K selalu tampak seksi di peta atlas dengan lekukan hurufnya yang jenjang dan juga impian yang kelihatan sepele: ingin merasakan terjebak dalam sebuah kapal selama puluhan jam adalah sebuah impian. Itu penjelasanku jika kau ingin tahu alasannya. Sepanjang pengetahuan penulis dan beberapa informasi, belum ada seorang biker apalagi perempuan yang bukan dengan latar belakang club motor, menjelajah Sulawesi sendirian tanpa batasan itinerary.

Kendaraan yang digunakan masih sama. Jupiter Z1 yang hanya 113 cc. Tidak ada modifikasi sama seperti setahun yang lalu, hanya di pasangi besi tambahan di kedua sisinya sebagai pengikat tas pakaian. Begitu pula perjalanan panjang ini masih tanpa sponsor dan endorse. Rute perjalanan pun masih di bantu seorang teman di forum Nusantaride yang kafah soal jalanan Sulawesi, tentu saja disesuaikan dengan kemampuan riding penulis per hari.

Jupi, memang hanya motor standar pabrikan, yang tak lain tak bukan adalah teman seperjalananku mulai menampakkan kelelahannya di tahun ke-empat bersamaku ketika menjelajahi Sulawesi di tahun 2016. Mesin mati mendadak di jalan menanjak dengan kemiringan hampir 90 derajat dan bahkan di jalan lurus, kelangkaan bahan bakar di SPBU karena habis diborong para pemburu yang menjajakan eceran, nyaris kehilangan kartu identitas, ATM dan surat penting perjalanan di Selayar, Poso yang menggetarkan dengan sisa-sisa jaringan Santoso dan rute gravel yang membuat jantung hampir lepas dari tempatnya, konon bahkan tim ekspedisi yang dikawal dengan mobil pun membatalkan rute seram itu. Badai angin dan longsoran juga portal karena pelebaran jalan yang membelah gunung adalah petualangan yang sesungguhnya.

Meski begitu, pesona Sulawesi memang sebanding dengan perjuangan untuk melewatinya. Langit biru terindah, teluk yang menawan, laut dengan banyak gradasi juga keindahan bawah laut Bunaken yang pernah pernah menjadi bucked list. Gunung yang selalu tampak berwarna hijau muda di pinggir jalan raya sungguh pemandangan anti mainstream.

Petualangan dengan kapal laut, katinting, dan perahu dengan mesin tempel adalah sebuah keharusan mengunjungi Sulawesi, selain menghemat waktu tentu keindahan laut tanpa gelombang dengan bukit-bukit hijau yang muncul dari dalam laut adalah hadiah lainnya. Jadwal kapal yang krusial adalah tambahan dari sebuah petualangan.

Tentu saja kali ini pun Pertemuan dengan Biker pun tak terelakkan meski penulis bukan anggota club motor, hanya terjadi di Kotamobagu, Gorontalo dan Makassar. Sisanya adalah pertemuan dengan orang-orang baru yang baik hati dan membantu, menginspirasi, sekaligus sesekali menyebalkan.

Rute berangkat berawal Bandung – Yogyakarta – Pacitan – Jombang – Surabaya – Makassar –Selayar – Sinjai – Maros – Tana Toraja – Tomoni – Poso – Palu – Palasa – Gorontalo –Kotamobagu – Tomohon – Manado – Bunaken – Bitung.

Rute Pulang Bitung – Kotamobagu – Gorontalo – Ampana – Luwuk – Kolonedale –Sorowako – Lasusua – Kendari – Baubau – Bajoe – Makassar – Surabaya – Lamongan –Pekalongan – Bandung.

Total perjalanan sepanjang 50 hari menghabiskan jarak 7.909,8 kilometer.

Facebook Comments

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Solo Female Bikepacker Celebes”

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.