Sale!

Sepi yang Membunuh

Rp50,000.00 Rp45,000.00

 

CARA PEMESANAN:

Whatsapp atau SMS ke 081774845134

atau pesan melalui message IG/FB Jejak Publisher (https://www.facebook.com/JejakOfficial) dengan format pemesanan:

Judul Buku/Jumlah Buku/Nama Pemesan/Alamat Lengkap/No HP/

Contoh: Sepi yang Membunuh/2/Budi Hartono/Jln Jenderal Sudirman No 4, Sukabumi 43355/0812345678

Setelah mendapat balasan konfirmasi, silahkan transfer harga buku + ongkos kirim sesuai alamat yang telah dituju ke rekening

Bank Mandiri: 132-00-1162500-2   a.n. Yoga Permana Wijaya

atau BRI:  4099-01-022688-53-0 a.n. Yoga Permana Wijaya

atau BCA: 352-052-763-9 a.n. Yoga Permana Wijaya

atau BNI: 058-396-222-5 a.n. Yoga Permana Wijaya

atau BJB: 0101270221100 a.n. Yoga Permana Wijaya

Lalu kirimkan bukti tanda transfernya melalui balasan pesan/whatsappnya.

Description

KATEGORI BUKU:
Antologi Cerpen

JUDUL BUKU:
Sepi yang Membunuh

PENULIS:
Leo Christianto

EDITOR:
Dewi Esti Restiani

PENATA LETAK:
Tim CV Jejak

DESAIN SAMPUL:
Sellina Aprilia

PENERBIT:
CV Jejak (Jejak Publisher), anggota IKAPI

JUMLAH HALAMAN:
157 Halaman

DIMENSI:
14 x 20 cm

ISBN:
978-623-247-642-4

E-ISBN:
978-623-247-641-7


SINOPSIS:

Suara-suara itu terdengar sangat mengerikan. Bisik-bisik di dalam kepalaku, terdengar semakin jelas. Awalnya, terdengar seperti gumaman, tapi kini, suara-suara itu semakin kencang, teramat bising dan memilukan, meski tak tampak sosok yang bersuara. Hanya aku dan kegaduhan yang semena-mena.

“Kau bisa mendengarku?” Suara itu membisik ke telingaku. Terdengar jelas, namun serak dan basah.

“Ya, aku mendengarmu,” balasku.

“Tapi kau tak bisa melihatku,” kata suara itu.

“Persetan. Itu bukan urusanku! Siapa pun kamu dan apa pun kamu, aku tak peduli!” Bentakku. “Kalau cuma hantu, atau iblis sekalipun, aku tidak takut! Kau dengar itu? Aku tidak takut!”

Seketika, dinding-dinding di sekitarku seolah bergetar. Suara-suara jeritan malam semakin jelas terdengar. Lantai-lantai seolah berguncang menimbulkan suara derak tak beraturan. Namun, aku bergeming, tetap tenang dan tetap terdiam di atas kursi goyang sembari mencengkeram menahan guncangan. Aku menyapukan pandangan ke sekeliling rumahku, seolah dinding-dinding bergerak-gerak sembari menatapku dengan benci.

Facebook Comments

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Sepi yang Membunuh”

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.