Sale!

Semar Mbangun Peradaban

Rp120,000.00 Rp100,000.00

 

CARA PEMESANAN:

Whatsapp atau SMS ke 081774845134

atau pesan melalui message IG/FB Jejak Publisher (https://www.facebook.com/JejakOfficial) dengan format pemesanan:

Judul Buku/Jumlah Buku/Nama Pemesan/Alamat Lengkap/No HP/

Contoh: Semar Mbangun Peradaban/2/Budi Hartono/Jln Jenderal Sudirman No 4, Sukabumi 43355/0812345678

Setelah mendapat balasan konfirmasi, silahkan transfer harga buku + ongkos kirim sesuai alamat yang telah dituju ke rekening

Bank Mandiri: 132-00-1162500-2   a.n. Yoga Permana Wijaya

atau BRI:  4099-01-022688-53-0 a.n. Yoga Permana Wijaya

atau BCA: 352-052-763-9 a.n. Yoga Permana Wijaya

atau BNI: 058-396-222-5 a.n. Yoga Permana Wijaya

atau BJB: 0101270221100 a.n. Yoga Permana Wijaya

Lalu kirimkan bukti tanda transfernya melalui balasan pesan/whatsappnya.

Description

KATEGORI BUKU:
Non Fiksi – Manajemen

JUDUL BUKU:
Semar Mbangun Peradaban:
Manajemen Proyek Berbasis Strategi dan Filosofi dalam Pewayangan

PENULIS:
A.T. Yudhistira, Hesty N. Tyas, dan Rifqy Faiza Rahman

EDITOR:
Rifqy Faiza Rahman
Resa Awahita

ILUSTRATOR:
Albertus Handy Pramana Rendra
Arnoldo Surya More
Tim Methamorphosys

PENATA LETAK:
Tim CV Jejak

DESAIN SAMPUL:
Anindita Hasna Wulandari

PENERBIT:
CV Jejak (Jejak Publisher), anggota IKAPI

JUMLAH HALAMAN:
xx + 344 Halaman

DIMENSI:
14 x 20 cm

ISBN:
978-623-338-173-4

E-ISBN:
978-623-338-174-1


SINOPSIS:

SEMAR MBANGUN PERADABAN
“Udu mbangun gedung, ning mbangun manungsone. Ora kok perkoro gedung sing magrong-magrong seko mas, jamrud, nanging wong sing ing Negoro ngamarta kui pie ben uripe kebak kanikmatan, pada rukun, tentrem, ayem atine, samat-sinamatan. Yen abot podo dipikul, yen enteng podo dicangking bareng-bareng. Mujudake negoro sing adil, tyas bagyo mulyo, rukun; uripe podo dene neng kahyangan.”
– Semar (Semar Mbangun Kahyangan; Ki Seno Nugroho)

 

Indonesia memang sudah 75 tahun merdeka, tetapi dalam hal pembangunan, apakah kita sudah benar-benar mencapai titik kemerdekaan seperti yang diharapkan? Berbagai problematika yang ada, mulai dari ketimpangan pemerataan pembangunan, hingga kisruh mengenai penolakan dan penggusuran, hingga kini masih menjadi PR besar bangsa yang belum terselesaikan. Pembangunan masih menjadi isu primadona yang mendominasi perbincangan di berbagai forum terbuka dan media massa.

Sebenarnya, apa masalahnya? Rupa-rupanya, selama ini kita terlalu terfokus pada proyek-proyek pembangunan yang bersifat materiil, dan masih bias pada pentingnya pembangunan spiritual serta moril; pembangunan manusianya. Padahal, dua substansi tersebut tidak kalah pentingnya dalam proyek pembangunan. Maka, kini saatnya kita memberi atensi pada hal fundamentalis tersebut. Ada banyak cara dan strategi yang dapat dilakukan. Namun, selama ini, strategi-strategi dalam proyek manajemen pembangunan sendiri, cenderung mengacu pada literatur barat. Padahal, sebenarnya kita memiliki sebuah local knowledge asli Indonesia yang dapat dijadikan sebagai sumber referensi dalam hal tersebut, yakni wayang.

Wayang, sesuai dengan fungsinya sebagai tontonan lan tuntunan, piweling lan piwulang tidak hanya menyajikan hiburan lewat lakon-lakon yang dipertunjukkan, tetapi juga menyuguhkan berbagai nilai-nilai kehidupan yang adi luhung. Nilai-nilai yang sarat akan filosofi serta strategi yang dapat dijadikan sebagai sumber referensi dalam menghadapi berbagai tantangan dan persoalan dalam jagad proyek pembangunan. Salah satu contohnya seperti pitutur Semar yang tersemat di atas tadi, bahwa sekali lagi, “Udu mbangun gedung, ning mbangun manungsone.”

Facebook Comments

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Semar Mbangun Peradaban”

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.