Perjalanan Suci (Pesan di Pintu Baitullah)

Rp59,000.00

 

CARA PEMESANAN:

Whatsapp atau SMS ke 081774845134

atau pesan melalui message IG/FB Jejak Publisher (https://www.facebook.com/JejakOfficial) dengan format pemesanan:

Judul Buku/Jumlah Buku/Nama Pemesan/Alamat Lengkap/No HP/

Contoh: Perjalanan Suci (Pesan di Pintu Baitullah)/2/Budi Hartono/Jln Jenderal Sudirman No 4, Sukabumi 43355/0812345678

Setelah mendapat balasan konfirmasi, silahkan transfer harga buku + ongkos kirim sesuai alamat yang telah dituju ke rekening

Bank Mandiri: 132-00-1162500-2   a.n. Yoga Permana Wijaya

atau BRI:  4099-01-022688-53-0 a.n. Yoga Permana Wijaya

atau BCA: 352-052-763-9 a.n. Yoga Permana Wijaya

atau BNI: 058-396-222-5 a.n. Yoga Permana Wijaya

atau BJB: 0101270221100 a.n. Yoga Permana Wijaya

Lalu kirimkan bukti tanda transfernya melalui balasan pesan/whatsappnya.

Description

KATEGORI BUKU:
Memoar

JUDUL BUKU:
Perjalanan Suci (Pesan di Pintu Baitullah)

PENULIS:
Mas Sitti Sya

EDITOR:
Hani Wijayanti

DESAIN SAMPUL:
Meditation Art

PENERBIT:
CV Jejak (Jejak Publisher), anggota IKAPI

JUMLAH HALAMAN:
200 Halaman

DIMENSI:
14 x 20 cm

ISBN:
978-623-338-161-1

E-ISBN:
978-623-338-162-8


SINOPSIS:

# Abah, Emak.

Ini adalah ijabah atas doamu

Ini adalah inginku di masa remaja

Mimpi yang kau sematkan kala aroma Baitullah masih melekat di jubah dan gamis putihmu.

Pada igal yang melingkar indah di kepalamu.

Igal hitam yang kau pasangkan di kepalaku ketika qatam Quran di ijab kabulku

Kala kalam ilahi masih terdengar sumbang dari mulut-mulut kecil kami

Abah, Emak. Aku rindu tatapmu yang diam

Aku rindu petuah dan amanahmu dulu

Inilah inginmu waktu itu

Mengikuti jejakmu

Memenuhi panggilan-Nya,

Menyempurnakan iman Islam

Lewat lambaian tanganmu di Jabal Rahmah, kau serukan namaku, kau panggil aku dalam rangkaian doa di Multazam

Dan Dia mendengar segala pinta.

Kini saatnya tiba anakmu merangkai pengakuan dosa

Atas segala kilaf dan alpa

Di Baitullah, di antara batu hitam dan pintu ka’bah-Nya, di antara para insan yang menghiba pinta.

Ini nyata. Bukan mimpi kemarin.

Bukan asa masa remaja dengan pita rambut warna warni sebagai tanda cinta.

Ini kisah yang diijabah dan pinta yang jadi sempurna

Tanah haram telah menghalalkan jejakku menapakinya,

Menikmati setiap langkah dalam masa yang tak lama

Aku menggesa pinta sekuat daya, setinggi upaya, seberapa bisa.

Harap menggunung, setinggi Jabal Nur, semegah Jabal Rahmah.

Aku mendakinya dengan segenap pinta tak berujung

Dengan segenap pengakuan dosa tak bertepi

Aku luluh lantak dalam derai penyesalan panjang

Dalam isak tangis tertahan meruah dalam sujud diam..

Abah, Emak.

Aku telah bersengaja mengukir rindumu pada dinding baitullah

dinding batu tanpa jendela yang dipuja-puja

Aku menyaksikan senyum merekah di balik kiswahnya

itulah senyummu, Abah

Aku melihat telapak tangan melambai dan mengusap ubun-ubunku

Itulah telapak tanganmu, Emak

Abah, Emak. Kabah padaku

begitu dekat dan aku memeluknya dalam rengkuhan rindumu dan tangan-Nya

seperti dulu di waktumu

35 tahun berlalu.

Sebagaimana dulu, ketika kau lambaikan jemarimu memanggil-manggil dan menyeru namaku, begitu pula kupanggil dan kuserukan nama-nama buah hatiku

rindu yang sama, ingin dan pinta yang sama,

berharap Dia menjemputnya, menyambutnya suatu ketika, menjadi tamu-Nya, kembali merengkuhnya. Seperti saat dulu.

Seperti saat ini.

Ingin masa ini kembali lagi.

Kembali lagi. lagi dan lagi

Facebook Comments

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Perjalanan Suci (Pesan di Pintu Baitullah)”

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.