Patung dan Diorama: Kisah Cinta dalam Diam

Rp63,000.00

 

 

CARA PEMESANAN:

Whatsapp atau SMS ke 081774845134

atau pesan melalui message IG/FB Jejak Publisher (https://www.facebook.com/JejakOfficial) dengan format pemesanan:

Judul Buku/Jumlah Buku/Nama Pemesan/Alamat Lengkap/No HP/

Contoh: Patung dan Diorama: Kisah Cinta dalam Diam/2/Budi Hartono/Jln Jenderal Sudirman No 4, Sukabumi 43355/0812345678

Setelah mendapat balasan konfirmasi, silahkan transfer harga buku + ongkos kirim sesuai alamat yang telah dituju ke rekening

Bank Mandiri: 132-00-1162500-2   a.n. Yoga Permana Wijaya

atau BRI:  4099-01-022688-53-0 a.n. Yoga Permana Wijaya

atau BCA: 352-052-763-9 a.n. Yoga Permana Wijaya

atau BNI: 058-396-222-5 a.n. Yoga Permana Wijaya

atau BJB: 0101270221100 a.n. Yoga Permana Wijaya

Lalu kirimkan bukti tanda transfernya melalui balasan pesan/whatsappnya.

Description

KATEGORI BUKU:
Antologi Cerpen, Antologi Fiksi Mini

JUDUL BUKU:
Patung dan Diorama: Kisah Cinta dalam Diam

PENULIS:
Ahmad M. Mabrur Umar

EDITOR:
Silmi Nur Alfiah

PENATA LETAK:
Tim CV Jejak

DESAIN SAMPUL:
Ahmad M. Mabrur Umar

PENERBIT:
CV Jejak (Jejak Publisher), anggota IKAPI

JUMLAH HALAMAN:
217 Halaman

DIMENSI:
14 x 20 cm

ISBN:
978-623-247-455-0

E-ISBN:
978-623-247-456-7


SINOPSIS:

Kumpulan patung yang terpahat penuh seni di setiap ukirnya yang bermakna, meja kayu berbentuk bulat yang mengkilap lengkap dengan secangkir kopi hangat yang kaku dan dingin. Gadis manis dengan ukiran senyum menawan. Lalu, teringkuk wanita tua dengan ukiran sedih di wajah sambil memeluk erat kedua kaki anaknya. Entah mengapa walau dia tak pernah melahirkan sang anak secara nyata, tetap saja ia harus memanggilnya ‘ibu’.

Bisu, diam, kaku. Benarkah hanya itu yang bisa dilakukan patung-patung ini? Bagaimana jika dalam sebuah diorama, patung-patung itu saling bercengkerama satu sama lain? Atau bahkan, mungkin mereka bosan dengan peran yang mereka mainkan dan berpikir untuk bebas. Berharap cerita mereka seindah kisah Pinokio dalam dongeng penghantar tidur mereka. Ibu peri datang dan memberi mereka nyawa.

Mungkin Mereka pun takut menua, sepi, dan mati. Meskipun diciptakan dalam diorama yang berbeda, mereka pun berhak menjadi sesuatu yang seharusnya. Sejak diukir, mereka dipaksa menjalankan peran yang mungkin tak mereka sukai.

Facebook Comments

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Patung dan Diorama: Kisah Cinta dalam Diam”

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.