NGAJI NGOPI (Maya Mayapada) Edisi 1

Rp40,000.00

 

CARA PEMESANAN:

Whatsapp atau SMS ke 081774845134

atau pesan melalui message IG/FB Jejak Publisher (https://www.facebook.com/JejakOfficial) dengan format pemesanan:

Judul Buku/Jumlah Buku/Nama Pemesan/Alamat Lengkap/No HP/

Contoh: NGAJI NGOPI (Maya Mayapada) Edisi 1/2/Budi Hartono/Jln Jenderal Sudirman No 4, Sukabumi 43355/0812345678

Setelah mendapat balasan konfirmasi, silahkan transfer harga buku + ongkos kirim sesuai alamat yang telah dituju ke rekening

Bank Mandiri: 132-00-1162500-2   a.n. Yoga Permana Wijaya

atau BRI:  4099-01-022688-53-0 a.n. Yoga Permana Wijaya

atau BCA: 352-052-763-9 a.n. Yoga Permana Wijaya

atau BNI: 058-396-222-5 a.n. Yoga Permana Wijaya

atau BJB: 0101270221100 a.n. Yoga Permana Wijaya

Lalu kirimkan bukti tanda transfernya melalui balasan pesan/whatsappnya.

Description

KATEGORI BUKU:
Non Fiksi – Opini

JUDUL BUKU:
NGAJI NGOPI (Maya Mayapada) Edisi 1

PENULIS:
Hammam Defa & Latifatul Atiqah

 

PENYUNTING DAN PENATA LETAK:
Tim Jejak Publisher

DESAIN SAMPUL:
Hammam Defa

PENERBIT:
CV Jejak (Jejak Publisher), anggota IKAPI

JUMLAH HALAMAN:
119 Halaman

DIMENSI:
14 x 20 cm

ISBN:
978-623-247-232-7

E-ISBN:
978-623-247-233-4


SINOPSIS:

Mayapada, tempat para manusia hidup dan tinggal. Sudah menjadi tanggung jawab dan kehormatan manusia untuk mengelola tempat tinggalnya dengan sebaik-baiknya. Sebagaimana Tuhan Semesta Alam memberikan tugas kepadanya. Saling berhubungan dengan baik antara manusia satu sama lain. Para manusia itu membuat aturan-aturan sebagai bentuk tanggung jawabnya. Sayangnya aturan itu dibuat dengan kepentingan-kepentingan terselubung. Para penguasa yang berwenang atas sistem-sistem yang berlaku tak lagi peduli dengan tanggung jawabnya dan hilanglah kehormatannya.

Bahkan, para manusia tak lagi peduli dengan satu sama lain, atau terlalu peduli hingga melupakan tanggung jawabnya sebagai penghuni mayapada. Repot mengurusi urusan manusia-manusia lain. mengira bahwa tiap-tiap manusia memiliki hak untuk melakukan apa pun sesuka hati, dan melupakan tanggung jawab untuk menghormati dan menjaga satu sama lain. para manusia itu sudah tak lagi berperikemanusiaan. Dibutakan oleh paradoks-paradoks kehidupan. Sudah seperti hewan, saling menyalahkan, berebut kekuasaan, memaksakan kehendaknya hingga berujung pada pertikaian, kekerasan bahkan pembunuhan. Bukan tabu lagi semua itu dilakukan. Para manusia sudah terbiasa. Beberapa mungkin sadar dan merasa teriris batinya dengan keadaan mayapada ini. namun beberapa orang itu tak sanggup mempengaruhi para manusia yang lebih banyak jumlah dan senjatanya agar kembali menjaga kehormatannya, yakni mayapada. Padahal jika mereka mau mawas diri, itu semua hanyalah kesemuan, maya.

Kesemuan dunia, maya mayyapada.

Facebook Comments

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “NGAJI NGOPI (Maya Mayapada) Edisi 1”

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.