Sale!

Mengungkap Hilangnya Jejak Londo Ireng Tentara Asal Afrika di Purworejo

Rp45,000.00 Rp40,000.00

 

CARA PEMESANAN:

Whatsapp atau SMS ke 081774845134

atau pesan melalui message IG/FB Jejak Publisher (https://www.facebook.com/JejakOfficial) dengan format pemesanan:

Judul Buku/Jumlah Buku/Nama Pemesan/Alamat Lengkap/No HP/

Contoh: Mengungkap Hilangnya Jejak Londo Ireng Tentara Asal Afrika di Purworejo/2/Budi Hartono/Jln Jenderal Sudirman No 4, Sukabumi 43355/0812345678

Setelah mendapat balasan konfirmasi, silahkan transfer harga buku + ongkos kirim sesuai alamat yang telah dituju ke rekening

Bank Mandiri: 132-00-1162500-2   a.n. Yoga Permana Wijaya

atau BRI:  4099-01-022688-53-0 a.n. Yoga Permana Wijaya

atau BCA: 352-052-763-9 a.n. Yoga Permana Wijaya

atau BNI: 058-396-222-5 a.n. Yoga Permana Wijaya

atau BJB: 0101270221100 a.n. Yoga Permana Wijaya

Lalu kirimkan bukti tanda transfernya melalui balasan pesan/whatsappnya.

Description

KATEGORI BUKU:
Non Fiksi – Sejarah

JUDUL BUKU:
Mengungkap Hilangnya Jejak Londo Ireng Tentara Asal Afrika di Purworejo

PENULIS:
Riska Ari Nurhastuti dan Tannisa Ardelia Fortuna

EDITOR:
Resa Awahita

PENYUNTING DAN PENATA LETAK:
Tim Jejak Publisher

DESAIN SAMPUL:
Meditation Art

PENERBIT:
CV Jejak (Jejak Publisher), anggota IKAPI

JUMLAH HALAMAN:
128 Halaman

DIMENSI:
14 x 20 cm

ISBN:
978-623-247-846-6

E-ISBN:
978-623-247-847-3


SINOPSIS:

“Jika melakukan sesuatu yang kurang tepat, orang Jepang membuang semuanya ke lantai. Kau tidak boleh bicara, kau tidak boleh melakukan apa-apa. (…) Orang Jepang berdiri di belakang, jika tidak sigap bekerja. Jari-jarimu akan dipukul.” (Gusta Van der Meul-Beelt dalam Ineke, 2011: 246)

“Tidak ingin menjadi budak, mencari kebebasan dari bosnya, suka berperang, sukarela, hidupnya tidak sia-sia” (Endri Kusruri, 2019)

“Itu sesuai dengan Londo Ireng itu kan biaya murah, pemikirannya primitif kalau sikap bengisnya itu kan termasuk strategi Belanda” (Nuryadin, 2019)

“Kedudukan mereka dianggap setara dengan orang Belanda. Namun, sebagai konsekuensinya identitas budaya mereka menjadi tidak terlalu menonjol di Purworejo dibanding masyarakat asing lain seperti masyarakat Eropa dan Tionghoa” (Lengkong Sanggar Ginaris, 2019)

“Kampung kita mempunyai nilai sejarahnya, itu menjadi kebanggaan tersendiri. Warga senang mempunyai kampung yang terkenal di mana-mana” (Winuningsih, 2019)

“Saya pergi dengan pemuda Hindia Belanda dan Belanda, berdansa dan sebagainya. Tetapi untuk berpacaran—tidak. Kami tidak berkencan dengan orang Indonesia, kami juga tidak ke rumahnya. Mereka memang satu sekolah dengan kami, tetapi kami tidak bergaul di luar sekolah,” (Evelien Cordus-Klink dalam Ineke, 2011: 225)

Facebook Comments

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Mengungkap Hilangnya Jejak Londo Ireng Tentara Asal Afrika di Purworejo”

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.