Masih Setengah Jalan

Rp100,000.00

 

CARA PEMESANAN:

Whatsapp atau SMS ke 081774845134

atau pesan melalui message IG/FB Jejak Publisher (https://www.facebook.com/JejakOfficial) dengan format pemesanan:

Judul Buku/Jumlah Buku/Nama Pemesan/Alamat Lengkap/No HP/

Contoh: Masih Setengah Jalan/2/Budi Hartono/Jln Jenderal Sudirman No 4, Sukabumi 43355/0812345678

Setelah mendapat balasan konfirmasi, silahkan transfer harga buku + ongkos kirim sesuai alamat yang telah dituju ke rekening

Bank Mandiri: 132-00-1162500-2   a.n. Yoga Permana Wijaya

atau Bank BRI:  4099-01-022688-53-0 a.n. Yoga Permana Wijaya

atau Bank BCA: 352-052-763-9 a.n. Yoga Permana Wijaya

atau Bank BNI: 058-396-222-5 a.n. Yoga Permana Wijaya

Lalu kirimkan bukti tanda transfernya melalui balasan pesan/whatsappnya.

Description

KATEGORI BUKU:
Antologi Essi, Motivasi, Nasrani

JUDUL BUKU:
Masih Setengah Jalan: Kasidi 500 – 401

PENULIS:
Tri Budhi Sastrio

EDITOR:
Alfaras Nandika

PENYUNTING DAN PENATA LETAK:
Tim CV Jejak

DESAIN SAMPUL:
Meditation Art

PENERBIT:
CV Jejak (Jejak Publisher)

JUMLAH HALAMAN:
369 Halaman

DIMENSI:
14 x 20 cm

ISBN:
978-602-474-814-2

E-ISBN:
978-602-474-815-9


SINOPSIS:

Kasidi no. 500 Masih Setengah Jalan

Walau tidak semua selesai dicatat dengan rapi, akhirnya tonggak setengah jalan tercapai juga dari Seribu Kasidi yang direncanakan untuk putaran pertama. Kasidi nomor 500 akhirnya harus ditulis pada 1 September 2018 meskipun ternyata tidak mudah memilih fokusnya karena begitu banyak kejadian terjadi dan semuanya menarik bahkan amat menarik. Simak saja kejadian di negara adidaya dan paling kaya. Sang presiden negara paling berkuasa di dunia ternyata tidak berkutik di tangan seorang wanita yang baru saja menjadi janda. Dia tidak diundang berdoa dan memberi penghormatan terakhir bagi mantan tawanan perang di Vietnam dan akibatnya, meskipun dia presiden, dia tidak bisa datang dan tidak mungkin datang. Betapa hebat peristiwa semacam ini. Orang nomor satu di negara adidaya tetapi dibuat sama sekali tidak berdaya sehingga tidak bisa hadir. Masihkah gelar orang nomor satu yang seakan-akan bisa melakukan apa saja boleh diberikan pada dia? Mungkin tidak lagi, hanya saja Kasidi beranggapan peristiwa ini tidak cukup hebat dalam hal kesederhanaannya sehingga pantas dijadikan fokus Kasidi no. 500.

Lalu peristiwa apa? Keberhasilan atlet Indonesia dalam Asian Games 2018 yang berhasil mengantongi bonus bermilyar-milyar? Juga tidak. Gonjang-ganjing yang makin seru tapi makin tidak sehat dan mengkhawatirkan untuk merebut kursi RI-1? Juga tidak. Lalu apa? Sempat bimbang dan bingung, akhirnya Kasidi memutuskan untuk kembali saja ke pesan yang disampaikan Tuhan tentang kualitas iman banyak orang.

Tuhan dengan tegas mengecam banyak orang dengan berkata: ‘Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.’ Yang kemudian dengan lebih menusuk Tuhan berkata: ‘Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.’

Banyak bibir dan lidah dengan suara merdu, mantap dan meyakinkan, terus saja memuliakan Tuhan sehingga banyak orang setelah tercengang berubah terkagum-kagum lalu menjadi pengikut. Sampai di sini sebenarnya sih tidak apa-apa, tetapi perhatikan peringatan yang diberikan Tuhan berikutnya. Sebuah peringatan yang tidak main-main, dan peringatan ini bukan peringatan omong kosong, bukan peringatan tanpa dasar. Ini adalah peringatan yang pasti benar dan pasti terjadi dan telah terjadi. Kata Tuhan, percuma. Ya semua percuma, belum lagi jika ditambah dengan niatan jahat dan tidak baik yang tersembunyi, maka semakin percumalah semua ibadah yang dilakukan.
Bagaimana Tuhan bisa dibohongi dan diakali? Buta dan tulikah mereka semua? Bodoh dan pandirkah mereka? Tolol dan picikkah mereka, sehingga dengan entengnya menggunakan Tuhan, menggunakan ibadah, menggunakan Sabda Tuhan, untuk merekayasa dan menipu?
Kasidi bukan orang suci, setengah suci saja tidak, dan dosanya banyak serta bertumpuk, hanya saja tidak pernah menggunakan Sabda Tuhan untuk menipu manusia apalagi menipu Tuhan. Semoga saja Kasidi yang masih di tengah jalan ini selalu ingat dan terus penuh semangat untuk senantiasa bertobat, memohon agar kerendahan hati dan kemurahan hati terus menjadi penuntun dalam mewujudkan empati pada sesama dalam tindakan nyata walau mungkin hanya kecil dan sederhana. Kasidi no. 500 – 087853451949 – SDA01092018

Facebook Comments

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Masih Setengah Jalan”

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.