Sale!

Kupu-Kupu yang Tertidur

Rp37,000.00 Rp32,000.00

 

CARA PEMESANAN:

Whatsapp atau SMS ke 081774845134

atau pesan melalui message IG/FB Jejak Publisher (https://www.facebook.com/JejakOfficial) dengan format pemesanan:

Judul Buku/Jumlah Buku/Nama Pemesan/Alamat Lengkap/No HP/

Contoh: Kupu-Kupu yang Tertidur/2/Budi Hartono/Jln Jenderal Sudirman No 4, Sukabumi 43355/0812345678

Setelah mendapat balasan konfirmasi, silahkan transfer harga buku + ongkos kirim sesuai alamat yang telah dituju ke rekening

Bank Mandiri: 132-00-1162500-2   a.n. Yoga Permana Wijaya

atau BRI:  4099-01-022688-53-0 a.n. Yoga Permana Wijaya

atau BCA: 352-052-763-9 a.n. Yoga Permana Wijaya

atau BNI: 058-396-222-5 a.n. Yoga Permana Wijaya

atau BJB: 0101270221100 a.n. Yoga Permana Wijaya

Lalu kirimkan bukti tanda transfernya melalui balasan pesan/whatsappnya.

Description

KATEGORI BUKU:
Antologi Cerpen – Anak

JUDUL BUKU:
Kupu-Kupu yang Tertidur

PENULIS:
Ahmad Toni Harlindo

EDITOR:
Hani Wijayanti

PENATA LETAK:
Tim CV Jejak

DESAIN SAMPUL:
Pixabay, Sellina Aprilia

PENERBIT:
CV Jejak (Jejak Publisher), anggota IKAPI

JUMLAH HALAMAN:
85 Halaman

DIMENSI:
14 x 20 cm

ISBN:
978-623-338-015-7

E-ISBN:
978-623-338-016-4


SINOPSIS:

Kupu-kupu berwarna-warni terbang mengitari bunga-bunga yang mekar di
depan rumah Lasmi. Warna-warni kupu itu indah sekali. Ada yang kuning.
Hitam kebiruan. Putih, Semu kemerahan dan coklat.

Lasmi memandanginya dengan gembira. Kemudian tersenyum manis.
“Ibu lihatlah, banyak kupu-kupu di taman rumah kita. Warnanya sangat
indah Bu.” Ungkap Lasmi yang kegirangan.

“Iya Asmi. Kupu-kupu memang membutuhkan makanan dari sari-sari kelopak
bunga.” Jawab Ibunya Lasmi.

“Apakah hanya bunga ibu yang mereka makan?.” Tanya Lasmi.

“Ibu kurang tau juga. Yang Ibu tau setiap ada bunga pasti kupu-kupu
menyinggahinya.”
“Mereka senang bermain bersama bunga-bunga Bu karena bunga-bunga indah.”
“Tidak semua bunga, anakku.” Sela Ibu Lasmi.

“Ko, tidak semua bunga Bu? Bukankah semua bunga itu indah dan manis
sarinya?” Tanya Lasmi semakin penasaran.

“Tidak anakku. Dari sekian bunga-bunga yang indah dan manis. Ada juga
bunga yang tak indah. Bahkan berbahaya.!”
“Berbahaya?!” Sela Lasmi heran.
“Iya. Ada satu bunga yang ibu tahu. Mungkin ada bunga lainnya juga
yang berbahaya.”

“Apa bunga itu memiliki nama tanamannya?”
“Tentu. Namanya bunga Bangkai atau bunga Raflesia Arnoldi.” Jawab Ibu Lasmi.
“Bagaimana bentuk bunga itu bu? Dan kenapa dinamakan bunga bangkai?”

“Dinamakan bunga bangkai karena serangga apa pun yang mendekat pasti di
makannya. Bunga raflesia memang bunga pemakan bangkai. Bentuknya
berkelopak seperti bunga umumnya. Berwarna merah ke-oranyean.”

Facebook Comments

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Kupu-Kupu yang Tertidur”

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.