Jalan Bahagia

 

CARA PEMESANAN:

Whatsapp atau SMS ke 081774845134

atau pesan melalui message IG/FB Jejak Publisher (https://www.facebook.com/JejakOfficial) dengan format pemesanan:

Judul Buku/Jumlah Buku/Nama Pemesan/Alamat Lengkap/No HP/

Contoh: Jalan Bahagia/2/Budi Hartono/Jln Jenderal Sudirman No 4, Sukabumi 43355/0812345678

Setelah mendapat balasan konfirmasi, silahkan transfer harga buku + ongkos kirim sesuai alamat yang telah dituju ke rekening

Bank Mandiri: 132-00-1162500-2   a.n. Yoga Permana Wijaya

atau BRI:  4099-01-022688-53-0 a.n. Yoga Permana Wijaya

atau BCA: 352-052-763-9 a.n. Yoga Permana Wijaya

atau BNI: 058-396-222-5 a.n. Yoga Permana Wijaya

atau BJB: 0101270221100 a.n. Yoga Permana Wijaya

Lalu kirimkan bukti tanda transfernya melalui balasan pesan/whatsappnya.

Description

KATEGORI BUKU:
Non Fiksi – Pengembangan Diri

JUDUL BUKU:
Jalan Bahagia

PENULIS:
Lucia Rosdiana Damanik

EDITOR:
Hani Wijayanti

PENYUNTING DAN PENATA LETAK::
Tim CV Jejak

DESAIN SAMPUL:
Nightwolfdezines, Vecteezy; Freepik

PENERBIT:
CV Jejak (Jejak Publisher), anggota IKAPI

JUMLAH HALAMAN:
211 Halaman

DIMENSI:
14 x 20 cm

ISBN:
978-623-247-935-7

E-ISBN:
978-623-247-936-4


SINOPSIS:

Semakin dewasa, usia semakin bertambah, semakin mencari arti kebahagiaan. Banyak sekali pergumulan. Mulai dari karier, finansial, pencapaian, bahkan jodoh. Semua tentang keberadaan diri. Selain itu, pencarian jati diri dan karakter tampaknya semakin rumit. Apalagi di usia semasa quarter life crisis.

Saat kubelajar stoisisme tentang kebahagiaan dan penderitaan. Pelan-pelan belajar dan berlatih mengontrol diri. Dikotomi kendali, mengontrol yang bisa dikendalikan dan di luar kendali. Ternyata letak masalahnya adalah pada pikiran kita sendiri, interpretasi kita terhadap sebuah keadaan. Lingkungan sih baik-baik saja, keadaan juga baik, namun pikiran dan otak kita yang sering kali memutarbalikkan fakta. Sering kali merasa paling menderita dan seolah-olah menjadi korban terhadap peristiwa atau keadaan.

Overthinking, mungkin ini penyebabnya. Tak usai-usainya menghindari karakter toxic ini. Layaknya depresi bukan fase yang lewat begitu saja. Pun overthinking adalah usaha yang harus selalu dilatih, dikontrol dan dikendalikan.

Hidup itu harus bahagia dan bermakna. Kata orang bersyukur itu kuncinya, positive thinking aja. Entah kenapa tak puas dengan jawaban seperti ini dikala butuh sugesti/energi positif. Setelah mengikhlaskan, legowo, berdamai dengan diri sendiri, keadaan dan masa lalu, pelan pelan kebahagiaan itu datang dengan sendirinya. Tak mudah memang. Tapi pikirlah, sayang sekali hidup ini jika dikelabui dengan kesedihan. Ada pepatah, hati yang gembira adalah obat. Berbahagialah, agar panjang umurmu.

Facebook Comments

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Jalan Bahagia”

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.