Bias Pelangi di Merak Beach Hotel

Rp60,000.00

 

CARA PEMESANAN:

Whatsapp atau SMS ke 081774845134

atau pesan melalui message IG/FB Jejak Publisher (https://www.facebook.com/JejakOfficial) dengan format pemesanan:

Judul Buku/Jumlah Buku/Nama Pemesan/Alamat Lengkap/No HP/

Contoh: Bias Pelangi di Merak Beach Hotel/2/Budi Hartono/Jln Jenderal Sudirman No 4, Sukabumi 43355/0812345678

Setelah mendapat balasan konfirmasi, silahkan transfer harga buku + ongkos kirim sesuai alamat yang telah dituju ke rekening

Bank Mandiri: 132-00-1162500-2   a.n. Yoga Permana Wijaya

atau BRI:  4099-01-022688-53-0 a.n. Yoga Permana Wijaya

atau BCA: 352-052-763-9 a.n. Yoga Permana Wijaya

atau BNI: 058-396-222-5 a.n. Yoga Permana Wijaya

atau BJB: 0101270221100 a.n. Yoga Permana Wijaya

Lalu kirimkan bukti tanda transfernya melalui balasan pesan/whatsappnya.

Description

KATEGORI BUKU:
Novel

JUDUL BUKU:
Bias Pelangi di Merak Beach Hotel

PENULIS:
Ade Mulyaningsih

EDITOR:
Helsa Alvina

PENYUNTING:
Tim CV Jejak

DESAIN SAMPUL DAN PENATA LETAK:
Freepik

PENERBIT:
CV Jejak (Jejak Publisher), anggota IKAPI

JUMLAH HALAMAN:
291 Halaman

DIMENSI:
14 x 20 cm

ISBN:
978-623-247-985-2

E-ISBN:
978-623-247-986-9


SINOPSIS:

Novel ini mengisahkan tentang seorang gadis kecil yang tinggal di sebuah perkampungan dalam, ia hidup di tengah kemiskinan dan tak memiliki orang tua yang utuh. Ia dan saudaranya mengalami banyak kekerasan dalam hidupnya. Baik kekerasan mental terhadap anak maupun kekerasan fisik. Kehidupan keluarganya yang berantakan terpisah dari orang tua juga saudaranya yang pergi TKW ke luar negeri mengakibatkan dia sebagai korban. Namun semangat akan pendidikannya membuatnya bermimpi menjadi seorang guru. Ia bertekad harus terus melanjutkan sekolahnya meski sesulit apa pun itu.

Masa remajanya ia menjadi tidak respek pada lawan jenis bahkan membenci laki-laki karena trauma yang dia alami pada waktu kecil. Bahkan ia berprinsip tak pernah ingin menikah selama hidupnya, karena baginya menikah adalah sesuatu hal yang hanya merusak dan menyakiti perasaan orang lain. Ia hanya ingin hidup sendiri mengejar mimpi-mimpinya. Ia sempat berkeinginan untuk tetap tinggal di sebuah Pondok Pesantren karena lukisan alamnya yang memikat hati.

Sehingga pada suatu ketika ia merasakan ada getaran hati yang tak biasa untuk pertama kalinya, namun berulang kali ia harus mengelak dengan perasaannya itu hingga merasa tersiksa. Ada pergolakan batin untuk bisa meyakinkannya. Namun saat ia yakin bahwa itulah cinta, kisahnya tak berjalan mulus. Ada intrik misteri yang mengikuti perjalanannya, hampir saja membuatnya menjadi gila, hingga tak mendapat restu ayahnya sendiri. Keadaan itu membuatnya frustrasi hingga harus broken home.

Setelah tiga belas tahun berlalu, ia seperti mendapatkan tetesan cahaya dari Illahi. Ia sembuh dari sakitnya yang tak kasat mata, ia menemukan benda aneh keluar dari tubuhnya. Namun keadaan telah berubah, ia seperti tersadar dari mimpi buruknya, mimpi yang pernah ia rajut agar bisa hidup bersama orang yang dicintai pupus sudah. Pujaan hatinya sudah meninggalkannya memilih hidup bersama orang lain.

Akankah ia berhasil menemukan cintanya kembali? atau melupakannya untuk selamanya? atau kembali pada prinsipnya yang dulu ingin hidup sendiri? Saksikanlah keseruan kisahnya yang diangkat dari kisah nyata berjudul “BIAS Pelangi di Merak Beach Hotel”.

Selamat membaca!

Facebook Comments

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Bias Pelangi di Merak Beach Hotel”

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.