Sale!

Benang Merah

Rp110,000.00 Rp93,500.00

 

CARA PEMESANAN:

Whatsapp atau SMS ke 081774845134

atau pesan melalui message IG/FB Jejak Publisher (https://www.facebook.com/JejakOfficial) dengan format pemesanan:

Judul Buku/Jumlah Buku/Nama Pemesan/Alamat Lengkap/No HP/

Contoh: Benang Merah/2/Budi Hartono/Jln Jenderal Sudirman No 4, Sukabumi 43355/0812345678

Setelah mendapat balasan konfirmasi, silahkan transfer harga buku + ongkos kirim sesuai alamat yang telah dituju ke rekening

Bank Mandiri: 132-00-1162500-2   a.n. Yoga Permana Wijaya

atau BRI:  4099-01-022688-53-0 a.n. Yoga Permana Wijaya

atau BCA: 352-052-763-9 a.n. Yoga Permana Wijaya

atau BNI: 058-396-222-5 a.n. Yoga Permana Wijaya

atau BJB: 0101270221100 a.n. Yoga Permana Wijaya

Lalu kirimkan bukti tanda transfernya melalui balasan pesan/whatsappnya.

Description

KATEGORI BUKU:
Novel  – Romance, Slice of Life

JUDUL BUKU:
Benang Merah

PENULIS & ILUSTRATOR:
Lesh Dewika

EDITOR:
Dewi Esti Restiani

PENATA LETAK:
Tim CV Jejak

DESAIN SAMPUL:
Lesh Dewika

PENERBIT:
CV Jejak (Jejak Publisher), anggota IKAPI

JUMLAH HALAMAN:
295 Halaman

DIMENSI:
14 x 20 cm

ISBN:
978-623-247-666-0

E-ISBN:
978-623-247-665-3


SINOPSIS:

Benang Merah adalah kepercayaan yang bisa ditemui dalam budaya Cina dan juga Jepang. Dalam legendanya dipercayai bahwa dua orang yang telah terhubung oleh Benang Merah adalah pasangan yang telah ditakdirkan untuk bersama, tanpa memedulikan tempat, waktu dan keadaan. Benang Merah yang telah terhubung bisa saja merenggang ataupun kusut, tapi tidak akan terputus.

Benang Merah, bukan hanya sekedar sebuah cerita roman tapi sebuah cerita yang menggambarkan dan juga mengajarkan bahwa dalam hidup tidak ada namanya sebuah kebetulan. Segala hal yang terjadi, segala pertemuan mirip jaring laba-laba yang saling terhubung.

Kisah ini adalah tentang Andaru dan Sandara yang “ditakdirkan” untuk bertemu melalui beberapa pertemuan. Berlatar belakang suasana kota Yogyakarta dan dunia sastra, teater, juga seni di lingkungan kampus. Kita akan diajak untuk memahami tentang makna jalinan benang merah di antara hubungan manusia melalui cerita mereka.

Cerita dimulai dengan Sandara, seorang mahasiswi dari Jakarta yang akhirnya memutuskan kuliah di Yogyakarta. Awalnya Sandara ingin berkuliah di jurusan seni namun akhirnya harus diubah karena tidak disetujui oleh orang tuanya. Kepribadian Sandara cenderung ceroboh dan sering kali terjatuh atau menjatuhkan sesuatu dan dia pun banyak mengalami kejadian tak terduga yang terkait dengan kecerobohannya ketika bertemu dengan Andaru. Sedangkan Andaru adalah sosok pribadi yang tenang. Mereka berdua ternyata akhirnya diketahui sebagai junior dan senior di kampus dengan Fakultas Sastr kemudian mereka berdua banyak terlibat di dalam kegiatan kampus yang di antaranya adalah tentang dunia teater.

Awalnya di antara mereka berdua banyak konflik yang terjadi. Tetapi ternyata ada masa lalu yang tanpa mereka sadari terhubung.

Novel ini tidak hanya sekedar  cerita romansa tetapi juga cerita  tentang kehidupan. Bagaimana Benang Merah tak kasat mata itu terhubung. Bukan hanya sekedar  takdir atau cinta, tapi juga tentang pertemuan yang mampu membuat impian menjadi kenyataan, sebuah hadiah masa lalu yang menjadi kenangan untuk pegangan dalam kehidupan. Pada akhirnya hidup itu adalah sebuah jalinan “benang” cerita yang akhirnya tak dapat diduga.

Ini juga cerita tentang mengejar mimpi yang mungkin awalnya tertunda. Pada akhirnya, Andaru pergi selamanya karena kecelakaan tetapi  dirinya tetap “hidup” di diri Sandara dan bahkan menginspirasi Sandara Aini untuk terus maju mengejar impiannya dan  melanjutkan sekolah di bidang seni hingga akhirnya sukses menjadi seorang seniman besar.

“Benang Merah” terbuat dari takdir, kenangan, mimpi dan hidup.

Facebook Comments

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Benang Merah”

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.