Seribu Hari dan Engkau Tetap Bertahta di Hati

Rp100,000.00

 

CARA PEMESANAN:

Whatsapp atau SMS ke 081774845134

atau pesan melalui message FB Jejak Publisher (https://www.facebook.com/JejakOfficial) atau IG Jejak Publisher dengan format pemesanan:

Judul Buku/Jumlah Buku/Nama Pemesan/Alamat Lengkap/No HP/

Contoh: Seribu Hari dan Engkau Tetap Bertahta di Hati/1/Budi Hartono/Jln Jenderal Sudirman No 4, Sukabumi 43355/081234567

Setelah mendapat balasan konfirmasi, silahkan transfer harga buku + ongkos kirim sesuai alamat yang telah dituju ke rekening

Bank Mandiri: 132-00-1162500-2   a.n. Yoga Permana Wijaya

atau Bank BRI:  4099-01-022688-53-0 a.n. Yoga Permana Wijaya

atau Bank BCA: 352-052-763-9 a.n. Yoga Permana Wijaya

atau Bank BNI: 058-396-222-5 a.n. Yoga Permana Wijaya

Lalu kirimkan bukti tanda transfernya melalui balasan pesan/whatsappnya.

Description

KATEGORI BUKU:
Antologi Essi

JUDUL BUKU:
Seribu Hari dan Engkau Tetap Bertahta di Hati (kumpulan essi-esai dalam puisi : essi nomor 351-400)

PENULIS:
Tri Budhi Sastrio

EDITOR:
Resa Awahita

PENYUNTING DAN PENATA LETAK:
Tim CV Jejak

DESAIN SAMPUL:
Freepik

PENERBIT:
CV Jejak (Jejak Publisher), anggota IKAPI

JUMLAH HALAMAN:
192 halaman

DIMENSI:
14 cm x 20 cm

ISBN:
978-602-474-674-2

E-ISBN:
978-602-474-675-9


SINOPSIS:

Juga ikut melintas kala catatan dipintal laksana sutera,

Halus karena tanda cinta, ini wanita Maria Magdalena,

Yang konon berasal dari kota Magdala di tanah Yudea,

Yang entah mengapa dia pilih sebagai nama baptisnya.

Dulu, ya hanya ya ya saja, tak terpikir bahwa ini wanita,

Ternyata wanita yang amat istimewa, hanya nomor dua

Setelah Bunda Tuhan yang Perawan Mulia Tanpa Noda.

Adalah Maria Magdalena yang temani Tuhan menderita,

Wafat dan diturunkan dari salibNya setelah lewati senja,

Dimandikan, dikafani, dimakamkan, dan wanita ini juga

Yang pertama kali menyaksikan Ia Sang Penebus Dosa

Telah bangkit dari antara orang mati pas seperti janjinya.

Wanita ini juga, yang cepat berlari kabarkan inti sukacita

Betapa semua persis apa yang dikata di masa hidupNya.

 

Guna kenang wanita tercinta yang duluan pergi ke Bapa

Mungkin tak ada salahnya jika kututup saja untaian kata

Yang khusus kupersembahkan bagi ia yang ada di sana

Dengan bait kata guna mengenang Maria dari Magdala.

Dan inilah baitnya, bait yang disengaja direnda agar dia

Tersenyum manis ria laksana yang biasa dilontar mesra

Tatkala aku menggodanya, ya itulah kenangan bahagia.

 

Dr. Tri Budhi Sastrio – tribudhis@yahoo.com

Sidoarjo, 17 Mei 2016 – Essi 369

Facebook Comments

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Seribu Hari dan Engkau Tetap Bertahta di Hati”

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.