Sepasang Sayap Hud-Hud

Rp49,000.00

CARA PEMESANAN:

Whatsapp atau SMS ke 085771233027

atau pesan melalui message FB Jejak Publisher (https://www.facebook.com/JejakOfficial) dengan format pemesanan:

Judul Buku/Jumlah Buku/Nama Pemesan/Alamat Lengkap/No HP/

Contoh: Sepasang Sayap Hud-Hud/2/Budi Hartono/Jln Jenderal Sudirman No 4, Sukabumi 43355/081234567

Setelah mendapat balasan konfirmasi, silahkan transfer harga buku + ongkos kirim sesuai alamat yang telah dituju ke rekening

Bank Mandiri: 132-00-1162500-2   a.n. Yoga Permana Wijaya

atau Bank BRI:  4099-01-022688-53-0 a.n Yoga Permana Wijaya

atau Bank BNI: 058-396-222-5 a.n Yoga Permana Wijaya

Lalu kirimkan bukti tanda transfernya melalui balasan pesan/whatsappnya.

Description

KATEGORI BUKU:
Novel

JUDUL BUKU:
Sepasang Sayap Hud-Hud

PENULIS:
Elsyafahriza Risky

EDITOR:
Kantjana Manik

PENYUNTING DAN PENATA LETAK:
Tim CV Jejak

DESAIN SAMPUL:
Andi Tri Saputra

PENERBIT:
CV Jejak (Jejak Publisher)

JUMLAH HALAMAN:
179 Halaman

DIMENSI:
14 x 20 cm

ISBN:
978-602-5455-83-4

SINOPSIS:

Air mataku tak berhenti reda. Hancur sudah hatiku berkeping-keping. Demi cinta sahabatnya karena Allah, dia korbankan dirinya. Berpindah dari alam fana ke alam baka. Kibasan sayap burung hud-hud yang beterbangan seolah patah seketika dalam kesakitan.

Manusia datang bersama dengan apa yang ada dimasa lalunya dan yang ada di dalam dirinya. Sekian banyak manusia, sekian banyak pula peristiwa yang telah dilewati maupun belum dialami. Serangkaian kata yang telah terucap maupun yang ditelannya kembali. Pengakuan dan penyangkalan, harga diri dan pengkhianatan, timbangan yang curang, rasi bintang dan langit, sungai-sungai yang mengalirkan air mata, tumbuh-tumbuhan yang hangus terbakar, gunung-gunung tinggi yang puncaknya selalu membuat penasaran namun tidak ada seorang pun pernah mendakinya, hamparan samudera yang luas dan dalam, bentangan padang pasir dan lahan kering, pena dan catatan, siang dan malam, suka dan duka, kenangan, mimpi, lalu burung-burung yang terbang bersama sepasang sayapnya. Manusia menyangka telah pergi. Padahal kata yang sebenarnya bukanlah pergi, melainkan pindah, kata orang-orang arif dan bijak.

Novel ini menyuguhkan suasana futuristik dengan mengambil latar Indonesia pada tahun 2027-2030. Secara keseluruhan novel ini merupakan kisah tentang persahabatan, kehidupan pesantren di era modern, pengorbanan seorang sahabat, mimpi, dan cinta dalam diam dengan balutan science fiction era 2027-2030.

 

Facebook Comments

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Sepasang Sayap Hud-Hud”

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.