Kemilau Literasi Aceh

Rp75,000.00

 

CARA PEMESANAN:

Whatsapp atau SMS ke 081774845134

atau pesan melalui message IG/FB Jejak Publisher (https://www.facebook.com/JejakOfficial) dengan format pemesanan:

Judul Buku/Jumlah Buku/Nama Pemesan/Alamat Lengkap/No HP/

Contoh: Kemilau Literasi Aceh/2/Budi Hartono/Jln Jenderal Sudirman No 4, Sukabumi 43355/0812345678

Setelah mendapat balasan konfirmasi, silahkan transfer harga buku + ongkos kirim sesuai alamat yang telah dituju ke rekening

Bank Mandiri: 132-00-1162500-2   a.n. Yoga Permana Wijaya

atau Bank BRI:  4099-01-022688-53-0 a.n. Yoga Permana Wijaya

atau Bank BCA: 352-052-763-9 a.n. Yoga Permana Wijaya

atau Bank BNI: 058-396-222-5 a.n. Yoga Permana Wijaya

Lalu kirimkan bukti tanda transfernya melalui balasan pesan/whatsappnya.

Description

KATEGORI BUKU:
Fiksi Remaja

JUDUL BUKU:
Kemilau Literasi Aceh

PENULIS:
Siswa XI IPA 1-A

PENGKAJI:
Fauzah, S.Pd

PENYUNTING DAN PENATA LETAK:
Tim CV Jejak

DESAIN SAMPUL:
Freepik

PENERBIT:
CV Jejak (Jejak Publisher), anggota IKAPI

JUMLAH HALAMAN:
306 halaman

DIMENSI:
14 cm x 20 cm

ISBN:
978-602-474-910-1

E-ISBN:
978-602-474-911-8


SINOPSIS:

Buku ini ibarat setetes air di tengah dahaga. Benar-benar menyejukkan cara penulis menyajikan tentang bagaimana memandang dan menyikapi problematika kehidupan sesuai perkembangan jaman. Layak dibaca siapa saja yang ingin menjadi pribadi unggulan, khususnya bagi pegiat literasi yang bermimpi dapat menghasilkan hasil karya dari anak didiknya” (Hamdani, S.Pd, M.Pd-Kepala Sekolah Berpretasi Tahun 2018)

Kemilau Literasi Aceh” merupakan bukti cinta anak didik di Aceh dalam literasi yang mengusung dualisme kearifan budaya, dan pendidikan patut dibaca dan direnungkan. Retasan ceritanya mengingatkan kita pada retasan catatan bait-bait dan harapan mereka terhadap keberlangsungan literasi di Nanggroe. (Qusthalani, S.Pd, M.Pd –  Ketua IGI Kabupaten Aceh Utara)

Tak berlebihan jika menyebut peserta didik SMAN 1 Muara Batu melalui buku ini sebagai pejuang literasi yang rakus. Betapa tidak? Di buku ini ia menulis tentang nuanasa keacehan, sosial, ekonomi, sastra, bahkan tentang agama. Dan luar biasa, kerakusannya itu ia bayar lunas dengan tulisan-tulisannya yang tajam dan mendalam. Tulisan-tulisannya menghadirkan perspektif-perspektif baru dan menarik. (John Darmawan, S.Pd, M.Pd –  Ketua IGI Kota Lhokseumawe)

 

PENULIS

  • Usfira
  • Aulia
  • Miranda
  • Fikrah
  • Azna
  • Zahra
  • Muhaymin
  • Fatin

Seperti jenis karya sastra lainnya, cerpen selalu hadir dengan tujuannya. Cerpen hadir untuk menghibur sekaligus menyuarakan kebenaran, terutama kebenaran yang diyakini oleh pengarangnya. Karena itu, cerpen selalu mengangkat hal yang bersifat universal, melampaui batas ruang dan waktu, agar dapat dinikmati oleh siapa pun dan di mana pun.

Menghibur dan menyuarakan kebenaran, begitulah kesan yang didapat setelah membaca antologi cerpen berjudul “Kemilau Literasi Aceh” karya Siswa XI IPA 1, yang dituliskan pada tahun 2019.

Melalui  delapan cerpen yang terdapat dalam antologi tersebut, penulis mencoba mengungkap dan merefleksikan berbagai realita kehidupan di sekitar kita dengan sentuhan imajinatif. Bagi sebagian orang, bisa saja realita-imajiner kehidupan tersebut dinilai sebagai hal yang biasa. Namun, bagi sebagian yang lain, tidak menutup kemungkinan realita itu justru dianggap sebagai hal yang serius mengingat dapat mewakili apa yang dilihat, dirasa, ataupun diperjuangkan dalam kehidupannya selama ini.

Realita kehidupan yang tersaji dalam antologi cerpen ini secara lugas mengangkat kritik sosial seputar persoalan betapa ‘orang kecil’ atau ‘kaum marjinal’ selalu tak berdaya dan terkalahkan oleh kekuatan pemilik kuasa ataupun pemilik modal. Tak peduli meski yang disuarakan adalah kebenaran, manakala hal itu dinilai membahayakan posisi atau pengaruh pemilik kuasa, maka si lemah itu mesti disingkirkan bahkan dilenyapkan.

Masih banyak hal menarik lainnya terlukis dalam antologi ini. Masalah krisis budaya pun tak luput dari sorotan, seperti terlihat dalam cerpen ‘Rahasia Kehidupan’ dan “Belum Ada Judul”. Termasuk juga persoalan ironisme dunia pertanian ikut hadir membingkai antologi cerpen ini.

Deretan cerpen ini tentu dapat menarik minat pembaca. Seperti halnya “Kemilau Literasi Aceh” yang menjadi judul antologi ini, antologi ini pun akan menjadi masa gemilang literasi di Nanggroe Aceh Darussalam dan mari luangkan waktu sekedar untuk membaca tuntas karya kreatif ini.

Facebook Comments

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Kemilau Literasi Aceh”

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.