Inspirasi Tanpa Api

Rated 5.00 out of 5 based on 1 customer rating
(1 customer review)

Rp100,000.00

 

CARA PEMESANAN:

Whatsapp ke 085771233027

atau pesan melalui message FB Jejak Publisher (https://www.facebook.com/JejakOfficial) dengan format pemesanan:

Judul Buku/Jumlah Buku/Nama Pemesan/Alamat Lengkap/No HP/

Contoh: Inspirasi Tanpa Api/2/Budi Hartono/Jln Jenderal Sudirman No 4, Sukabumi 43355/081234567

Setelah mendapat balasan konfirmasi, silahkan transfer harga buku + ongkos kirim sesuai alamat yang telah dituju ke rekening

Bank Mandiri: 132-00-1162500-2   a.n. Yoga Permana Wijaya

atau Bank BRI:  4099-01-022688-53-0 a.n. Yoga Permana Wijaya

atau Bank BCA: 352-052-763-9 a.n. Yoga Permana Wijaya

atau Bank BNI: 058-396-222-5 a.n. Yoga Permana Wijaya

Lalu kirimkan bukti tanda transfernya melalui balasan pesan/whatsappnya.

Description

KATEGORI BUKU:
Antologi Essi (Esai dalam Puisi)

JUDUL BUKU:
Inspirasi Tanpa Api

PENULIS:
Tri Budhi Sastrio

EDITOR:
Yogi Dwi Ariyandi

PENYUNTING DAN PENATA LETAK:
Tim CV Jejak

DESAIN SAMPUL:
Andi Tri Saputra

PENERBIT:
CV Jejak (Jejak Publisher)

JUMLAH HALAMAN:
199 Halaman

DIMENSI:
14 x 20 cm

ISBN:
978-602-5455-60-5

E-ISBN:
978-602-474-109-9


SINOPSIS:

Puisi naratif dalam buku ini ditulis dalam rentang waktu tiga bulan, mulai Agustus 2011 sampai dengan November 2011. Banyak di antaranya disertai dengan catatan – ditulis setelah puisinya sendiri – dan banyak juga yang tidak disertai penjelasan apapun, hanya saja penjelasan yang dimaksud tidak disertakan di sini melainkan dijadikan satu entitas tersendiri dalam catatan KASIDI.

Seperti diketahui – secara teoritis tentunya – puisi memang harus dipahami pada dua tingkatannya. Yang pertama pada tingkatan literalnya – sering dikatakan sebagai pencarian makna harfiah – tetapi jika pembaca hanya berhenti sampai pada pemahaman literal, tampaknya ada sesuatu yang kurang. Harus ada keberanian untuk melanjutkan langkah kembara ke makna figuratif – mencari makna metaforiknya. Tetapi juga hendaknya dicatat tidak ada kembara figuratif atau metaforik yang dapat dicapai dengan baik dan memadai jika pada tingkatan harfiah atau literal masih ditemui banyak kendala dan kendala tersebut tidak dipecahkan lebih dahulu.

Kendala harfiah atau literal yang paling nyata adalah kendala alusi. Jika dalam sebuah puisi penulisnya banyak menggunakan alusi, maka tugas pembaca menjadi sedikit lebih berat. Mengapa? Sesuai dengan definisinya, alusi digunakan dengan tujuan untuk memperkaya dan memberi warna khusus pada suatu karya, sementara penjelasannya diserahkan pada pembaca. Sumber alusi tidak terbatas – dapat dari mana saja dan dapat dari apa saja – sementara penjelasan tidak diberikan oleh penulisnya – karena diserahkan pada pembaca – maka jika memang muncul kendala, dari sinilah kendala tersebut bersumber. Dalam bahasa populernya di sinilah tantangan sebenarnya muncul ketika seseorang membaca puisi. Bagi yang menyukai tantangan, kondisi ini menyenangkan. Bagi yang tidak menyukai tantangan, kondisi ini akan berakhir dengan ditutupnya buku, dan selesai, walaupun selesainya dalam artian selesai tanpa pemahaman.

Lalu apa harapannya? Harapan yang menyertai dicetaknya buku ini? Sesedikit mungkin orang yang akan menutup buku ini tanpa berusaha menjawab tantangannya, apalagi tantangan itu sendiri sebenarnya telah ada jawabannya dalam puisinya sendiri.

Selamat menikmati catatan ini dan semoga semakin banyak orang tergugah menulis puisi sehingga tiga hari peringatan yang telah dicanangkan mendapat sambutan meriah oleh khalayak ramai walau tidak dalam bentuk pawai atau parade atau arak-arakan. Cukup dalam bentuk semakin maraknya ‘puisi-puisi berkualitas’ muncul di dunia nyata atau di dunia maya.

Facebook Comments

1 review for Inspirasi Tanpa Api

  1. Rated 5 out of 5

    It is worth to be read

Add a review

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.