Di Ambang Senja Kami Masih Ingin Mendayung

Rp48,000.00

 

CARA PEMESANAN:

Whatsapp atau SMS ke 085771233027

atau pesan melalui message FB Jejak Publisher (https://www.facebook.com/JejakOfficial) dengan format pemesanan:

Judul Buku/Jumlah Buku/Nama Pemesan/Alamat Lengkap/No HP/

Contoh: Di Ambang Senja Kami Masih Ingin Mendayung/2/Budi Hartono/Jln Jenderal Sudirman No 4, Sukabumi 43355/081234567

Setelah mendapat balasan konfirmasi, silahkan transfer harga buku + ongkos kirim sesuai alamat yang telah dituju ke rekening

Bank Mandiri: 132-00-1162500-2   a.n. Yoga Permana Wijaya

atau Bank BRI:  4099-01-022688-53-0 a.n. Yoga Permana Wijaya

atau Bank BCA: 352-052-763-9 a.n. Yoga Permana Wijaya

atau Bank BNI: 058-396-222-5 a.n. Yoga Permana Wijaya

Lalu kirimkan bukti tanda transfernya melalui balasan pesan/whatsappnya.

Description

KATEGORI BUKU:
Antologi Puisi

JUDUL BUKU:
Di Ambang Senja Kami Masih Ingin Mendayung

PENULIS:
Raden Mas Ridarmanto & Joko Sulisyto Kahhar

EDITOR:
Kantjana Manik

PENYUNTING DAN PENATA LETAK:
Tim CV Jejak

DESAIN SAMPUL:
Meditation Art

PENERBIT:
CV Jejak (Jejak Publisher)

JUMLAH HALAMAN:
169 Halaman

DIMENSI:
14 x 20 cm

ISBN:
978-602-474-493-9

E-ISBN:
978-602-474-494-6


SINOPSIS:

Di Ambang Senja Kami Masih Ingin Mendayung, adalah kumpulan “puisi” dua orang sahabat yang lama tidak bertemu, selain tegur-sapa ala kadarnya ketika secara kebetulan bertemu, dan itu sangat jarang terjadi dalam rentang waktu puluhan tahun. Tentu karena kesibukan masing-masing dan tempat tinggal yang saling berjauhan. Belakangan ketika bisa agak sering bertemu kembali, di Banyuwangi, mereka sepaham untuk menerbitkan kumpulan “puisi” dalam bentuk buku.

Dibuka dengan kata pengantar yang berisi saling komentar satu sama lain atas sahabat masing-masing. Membaca karya-karya mereka, mungkin boleh dibilang kedua mereka ini, menuliskan secara bebas apa yang ada dalam benak mereka. Seolah tak lagi mengindahkan kaidah baku penulisan sastra Indonesia umumnya. Mungkin “syair-syair lepas atau ujaran-ujaran puitis”, adalah sebutan yang bisa mewakili atas karya-karya yang tersaji dalam buku ini.

Pada karya-karya Mas Tok, kebanyakan terkesan absurd dengan pemilihan kata yang dalam arti verbalnya seolah tak “nyambung” ketika dipasangkan satu sama lain, dalam satu frasa.  Dengan cara seperti itu, membuat kita tak mudah menafsir dan meraba apa makna sesungguhnya yang ingin dia ungkapkan. Agak berbeda dengan karya-karya Joko Kahhar. Beberapa karya Joko Kahhar, tampak mengalir begitu saja. Melalui larik-larik puitis (panjang) dan tema-tema yang nyaris secara verbal bisa dipahami, walau kadang tidak mudah. Dan suatu keputusan yang “berani” bahwa dalam buku ini, dia juga menyertakan beberapa syair dalam Bahasa Osing, Banyuwangi.

Lebih dari itu, karya-karya di dalam buku ini enak dibaca dan menyimpan kedalaman makna hakiki tentang hidup dengan berbagai aspeknya. Tidak sia-sia jika Anda memiliki dan membacanya [!]

Facebook Comments

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Di Ambang Senja Kami Masih Ingin Mendayung”

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.