33 Surat Untuk Dimas

Rp65,000.00

Whatsapp atau SMS ke 085771233027

atau pesan melalui message FB Jejak Publisher (https://www.facebook.com/JejakOfficial) dengan format pemesanan:

Judul Buku/Jumlah Buku/Nama Pemesan/Alamat Lengkap/No HP/

Contoh: 33 Surat Untuk Dimas/2/Budi Hartono/Jln Jenderal Sudirman No 4, Sukabumi 43355/081234567

Setelah mendapat balasan konfirmasi, silahkan transfer harga buku + ongkos kirim sesuai alamat yang telah dituju ke rekening

Bank Mandiri: 132-00-1162500-2   a.n. Yoga Permana Wijaya

atau Bank BRI:  4099-01-022688-53-0 a.n Yoga Permana Wijaya

atau Bank BNI: 058-396-222-5 a.n Yoga Permana Wijaya

Lalu kirimkan bukti tanda transfernya melalui balasan pesan/whatsappnya.

Description

KATEGORI BUKU:
Novel

JUDUL:
33 Surat Untuk Dimas

PENULIS:
Laili Aidina

EDITOR:
Iis Tentia Agustin

PENYUNTING DAN PENATA LETAK:
Tim CV Jejak

DESAIN SAMPUL:
Freepik

PENERBIT:
CV Jejak (Jejak Publisher)

JUMLAH HALAMAN:
301 Halaman

DIMENSI:
14 x 20 cm

ISBN:
978-602-61880-5-2

SINOPSIS:

Kutatap mata kecilnya, dan berhenti disana.
Tatapan itu tidak cukup satu   menit   lamanya.   Bahkan pun seperempatnya mungkin tidak. Tetapi, tatapannya  tetap  mampu mengguncang   paru-paruku seolah oksigen menolak untuk kuhirup.   Aku kesulitan bernapas.   Aku   menatap  mata Dimas  sangat dalam, terlalu dalam hingga tersesat disana.
Tatapan itu memacu jantungku untuk bekerja lebih cepat dari biasanya. Aku gugup, tidak berkedip, sedikit menganga, dan tidak mampu bergerak  satu   senti   pun.   Detik-detik   seolah   berjalan seperti menit.   Hingga   pada   detik   berikutnya,   langit  akhirnya muntah, memuntahkan air bah yang sempurna membangunkanku dari diam panjangku.

“…Apakah cinta itu sebenarnya? Apakah yang dahulu pernah kurasa adalah secercah cinta? Apakah yang kurasa kepadamu kini adalah cinta? Entah akankah rasaku berubah mencintaimu, atau… ‘sudah’. Aku tidak benar-benar paham akan konsep mencintai yang sebenarnya, kurasa. Namun bagiku, cinta adalah hal yang sakral. Maka kugantungkanlah rasaku kepada Tuhan yang Maha Pemberi Izin, apakah ia akan mengizinkanku jatuh mencinta padamu, ataukah memintaku untuk menjauhi sosokmu. Yang pasti, ketika Dia mengizinkan hatiku untuk jatuh, dan itu padamu, aku siap…”

Facebook Comments