REBAS

Senyummu syarat
Biar bias ku menyerap
Lalu berkepak-kepak

Degupku terikat
Dari tawamu yang menjalar
Kemudian aku berpijar

Meranggas daun-daun berduri
Tertelan kutub berbunga
Dan aku pun rebas padamu

(Kamar; menatap bayangmu dalam potret kerinduan)


 

KUNAMAI WIJAYA

Namanya Wijaya
Sebuah jalan pulang yang disebut pelukan
Rentang kisah yang bercerita masa depan

Bayang yang kucantumkan di masa depan
Seperti sebuah temu yang mungkin sedikit melegakan
Suatu bahagia yang kelak kunantikan

Sosok keabadian
Di mana suatu jalan kan kuabadikan
Mungkin sebuah kebetulan yang memperkenalkan
Tanpa disangka berjatuhan kepada rindu yang menyederhanakan

Aku pun perlu memeluk bayang
Berceloteh akan mesra yang tertangguhkan
Kemudian saling jatuh dan menegakkan
Tanpa sadar kita sejak lama berangkulan
Dan menamai esok dengan Wijaya

(Malam dalam rindu)


 

BARIS KISAH

Dalam sebait kolom; aku menceritakanmu
Lalu aku pun menjamah rindu
Meletakanmu dalam kotak tak berpenghuni
Aku pun mendadak ragu
Nyali ternyata siap-siap pergi
Dan aku pun sepi

(Kamar;02.03)


 

SEMANGAT TIDUR

Di penghujung malam
Kala semua sedang menatap mimpi tanpa sadar
Kita justru menatap nyata
Tak habis semalam; esoknya pun juga
Lalu salah satu berpamitan
Semangat tidur andalanku
Tawamu pecah
Dan aku pun bubrah

(Kamar;02.13)


 

KUSUT

Awalnya kau syahdu
Menyusup tiap rongga tubuhku
Kemudian tanpa tahu menitipkan rindu

Lalu kau menjadi haru
Tiap jengkalmu menjadi kebas dan merembas
Kau pun menyesap bebas

Akulah bertamu sunyi
Menyaksikanmu jengah dan berdarah
Kau berbalik tak mau henti

Aku menanti pasrah
Terjebak jamah kepalsuan
Dan berujung kusut darimu
(Kamar;02.58)


 

SAJAK TAK SAMPAI

Angin biadab
Ia ikhlas terbangkan daun-daun berguguran
Namun menolak mengantar rindu

Lalu bagaimana rinduku menjadi temu
Ia melayang tanpa tahu jalan pulang
Jumpa denganmu pun hanya sekadar palsu

Lalu bagaimana kita akan merindu
Merindukanmu saja tak pernah sampai

Aku pun cemas dan was-was
Rindu yang buta jalan akankah mendapat temu selain dirimu
Kutakut ia terlalu nyaman dan tak berniat pulang

Lalu kita
Mungkin sekadar nama yang tak jua menjadi sama

(08.20;jalan di mana angin menerbangkan daun-daun berjatuhan)


Annisa Martin. Perempuan kelahiran Klaten,7 Maret 2000. Berzodiak Pisces dan memiliki warna keberuntungan yaitu biru.Sekarang terdaftar sebagai mahasiswi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surakarta.Bisa ditemui di akun FB:AnNisa Martin Ig: @an_nesya dan Email:nisamaret7@gmail.com

Facebook Comments