KOSONG
Hidup hina penuh duka sengsara
Berharap dan berandai fana belaka
Seperti ada yang luput dariku
Angan mati ditikam lemah
Namun waktu belum lelah mencari celah menunjuk salah
Aku hadir menghadap-Mu
Dengan bersimpuh tangan mengadah
Aku bertanya sampai kapan!
Sudah gelap sekali
Daun-daun menghitam layu
Tubuh memucat lesu
Sama-sama jatuh dan menyatu
Samarinda, 1 Mei 2018


 

INGAT LAGI
Melampaui mega lintasi dimensi
Langit pekat
Waktu cepat
Rasa kelat
Pencar bubar saat ini
Di ruang hampa tanpa udara
Coba ingat suka dahulu
Tahun-tahun lalu mencuat lagi
Lari bersama nirmala
Kita adu semua pada senja

Masih suka dahulu
Tak acuh pada yang ada
Menyisakan setengahku padamu
Jangan pernah memburai rindu
Kalau tak berani menjadi debu
Samarinda, 2 Mei 2018


 

LEPAS
Habis sudah kuasa
Tak ada wadah ataupun cawan yang rela

Suara derap
Lintas alam pun rela diguna
Meluruh sendu sesaat
Dua insan yang terikat

Malam kelam menyelam tenggelam dalam sulam
Tangis sedu dunia menolaknya
Ini susu tergerus dalam tinta
“Pilihlah apa saja!
Tawar jika suka!
Sesal? Kecewa? Atau gubuk gundah?
Silahkan! Silahkan!
Buntuti juga tak apa!”

Ia dicekoki dunia fana
Hingga rebah-terkekang masa
Surabaya, 14 Mei 2018


 

MATAHARI REBAH DI PERADUAN
Batas senja langit
Gelap pun jatuh
Elok nikmat
Senjaku

Surabaya, 26 Juli 2017


 

RINDU YANG JATUH
Seperti langit
yang menangis demi rindu
Tak ragu untuk jatuh
walau tahu dia rapuh
Tak tahu akan lenyap di tanah, membentuk raga yang baru
Atau ditelan laut, menguap, menolak menjadi garam

Andai langit
Berharap hujanku jatuh di ujung kelopak matamu
Berharap dakulah yang engkau ingat
Berharap dakulah yang engkau harap
Lalu resap dan membekas di pipimu

Surabaya, 10 November 2017


 

TEGA
Gaung suara makhluk lemah
Kerap kalah ketika punya
Kau jumpa insan memadu cinta
Padahal aku tualang buru rasa
Dihardik keras kelamnya luka
Menapaki tebing merayapi tanah
Tak ada satupun berkata ‘iya’

Merebah bersama ulin tua
Lapuk dimakan usia

Ah! Hatiku yang tak kuasa!
Hingga rela dicabik dusta
Surabaya, 28 April 2018


Bujang keren bernama Achmad Dandy ini memiliki kebiasaan menikmati senja, lengking tangisannya terdengar pertama kali di Kota Samarinda tanggal 2 September 1999. Alumnus SMK Farmasi Samarinda ini sedang melanjutkan S-1 Pendidikan Bahasa Indonesia di STKIP Al Hikmah Surabaya. (achmaddandy18@gmail.com)

Facebook Comments