RODA

Roda bergelimpangan
Roda-roda tak beroda
Roda patah
Roda berjuang
Arah roda berputar sesuka dia
Tak suka dikritik dan dipuji
Ia roda yang ingin berputar
Roda kehidupan,,mungkin?


KAPAL

Kapal tak berlayar di laut
Laut muram karena kapal merusak
Kapal terpatung di pinggir laut
Ia takut dengan laut
Bukan takut sesungguhnya tapi karena ia hormat.
Cuma manusia yang tak hormat pada laut
Untung laut tak menghempaskannya


JANGKRIK….

Sebenanya aku tak merindukan lagumu.
Kau sebenarnya kalah merdu dengan rintik hujan di bulan September.
Jangkrik…
Siang pun cukup tak mau melihatmu.
Tapi ketika malam tiba kau muncul seperti benda ajaib.
Suaramu merdu seperti tiupan seruling penyanyi.
Malam tak akan suram tanpa suaramu.
Jangkrik ..
Sepertinya tidurku nyeyak gara-gara lagumu.
Jangkrik.jangkik.


NADA

Apa kata itu.
Nada itu bernada.
Di kamus nada tertera begitu. Naik-turun bunyinya.
Apa kehidupan memiliki nada? Yang kutahu begitu.
Tapi sanggupkah kau menghadapi nada itu.
Bila bertemu dengannya salamkan padanya.
Aku sedang menunggumu.


ITU SEKOLAHKU.

Tak banyak yang tahu apa arti sebuah sekolah kecil di ujung negeri.
Hanya mereka yang memiliki instuisi edukasi yang tahu.
Itu sebagian.
Sekolah itu hampir rubuh bila hujan dan angin menyapa.
Bukan angin yang jahat tapi akal manusia yang mengakali bangunan itu.
Rayap juga tidak jahat melahap papan,buku dan lemari.
Tapi manusia tak peduli pada benda itu.
Hingga rayap seperti dibolehkan untuk memakannya.
Harusnya sekolahku itu layak.
Tapi sayang kelayakannya hilang ditelan akal manusia.


GADIS..

Cantik besar, kecilkah dirimu?
Anggun,menawankah dirimu?
Aku tak pernah tahu tentang itu.
Aku hanya melihat matamu yang coklat bulat.
Jika kau tertawa matamu terbelak-belak besar.
Jika menangis dia ciut mendesa.
Aku hanya bicara lewat hatiku bahwa aku peduli.
Gerak-gerikku hanya ingin menghiburmu.
Tetaplah jadi gadis cantik yang anggun.
Jangan tertipu dengan cantikmu.
Karena kau sebenarnya lebih cantik dari itu.


KERAS.

Pernah merasakan besi dan baja menghantam bagian tubuhmu?
Aku rasa kau akan menganggukkan kepala.
Benda keras diolah manusia atas karunia Tuhan, Contoh nabi Daud a.s penakluk besi.
Benda buatanmu itu mengacaukan dunia.
Kau membuatnya dengan kebencian.
Banyak tak berdaya digilas olehnya.
Kau tak tahu sebenarnya keras benda itu, karena kerasnya si pembuatnya. hingga ia menyatu dengan pembuatnya.


LEMBUT.

Aku tampakan perbuatan lembut di sarang kemarahan.
Aku lembutkan keegoisan dengan perhatian.
Aku pertaruhkan kelembutan untuk bersanding denganmu bukan menundukkanmu.
Aku tak nampak lembut dengan kebatilan yang Merusak moral.
Bila nasihat sudah berulang kali disodorkan.
Dia masih bisu tak mengubahnya.
Mungkin lembut tidak efektif untuk itu.
Bisa jadi tegas lebih bagus.
Kau pilih yang mana dari keduanya jika kau pemimpin.
Cukup pikirkan dan kuberi saran.
Alangkah cantiknya bila keduanya menyatu.
Tersenyum lembut aku mendengarnya.


GELAP

Aku hampir tak mengenalmu
Aku tak suka denganmu
Kau menakutkan bagiku
Gelap.gelap.gelap Apakah gelapmu tak ada cahaya?
atau kau sengaja memberi seribu tanda tanya pada manusia.
Gelap.gelap Mataku tak sanggup melihatmu
Dibuat 24-November-2016, 09:40


BERCERITA

Kawanku tercinta..
Aku ingin bercerita tentang saudaraku.
Saudara yang nanti menemani aku dan dirimu di surga.
Saudaraku ada di sana jauh,,, sekali.
Tapi kabar kesakitannya, jeritannya, tangisnya, gelisahnya menggema di telingaku.
Mataku hampir tak sanggup menatapnya.
Kawanku tersayang.
Ini nestapa yang belum terobati.
Ini rasa sakit yang menghujam dalam.
Meluluhkan getaran jiwa. Bahkan pedihnya itu mengalirkan air mata kepedihan.
Tak ada tempat untuk mengadu.
Tak ada tameng untuk berlindung.
Tak ada. tak ada.. kecuali kepada Allah swt.
Kawan..
Itu saudara kita.. di mana letak keimanan kita?.jika kita membiarkan mereka dilukai,disakiti bahkan dibuang.
Allah mengutuk iman kita jika kita tak peduli pada mereka.
Pedulilah kita pada mereka walaupun dg secuil doa dan deraian air mata.
Moga itu jadi syafaat buat saudara-saudara kita. Di Rohingnya,Palestina,Suriah dan di mana pun mereka berada.


Al firdaus atau disapa Alfi, penulis kelahiran Sum-Sel. Tercatat sebagai guru di SDS IT Jak-Bar. Penyuka dunia literasi dan pernah bergabung dalam monitoring menulis Online. Pernah menerbitkan novel, “Dermaga Tanjung Si Api-api”. Dapat dihubungi melalui facebook al firdaus alfi dan email dausalfirdaus@gmail.com.

Facebook Comments