KEPADAMU

; Perempuan Batu Putih

 

Perempuanku
Aku mencintaimu
Seperti gelap pada malam.
Sebelumnya aku tak pernah menduga
Engkau akan hadir
Dan menutup segala luka tempo lalu
Di mana pengkhianatan jelas terang di mataku.
Meski kerap kali tubuhmu tergoncang karenaku
Kiranya, engkau  akan tetap ada selamanya.
Sebab, namamu yang kerap kali kulayangkan dalam doaku,
Dan kepadamulah ternokta segala pucuk pengharapku.

Annuqayah, 2017


MENJELMALAH TUAN

; Ust. Munawwir

 

Wahai tuan
Waktu masih belum lama mempertemukan kita
Namun seakan telah berangsur lama
Entah ada apa pada sikapmu
Yang masih menjengkel pada relung ini
Burung burung ramai berkicau, tuan
Tapi mereka kosong tak ada harapan
Tak menentu suatu tujuan
Jangan dipaksa ini bukan nerakamu atau surgamu
Kami batu
Kami tanah tanah gersang
Cobalah tuan, menjelma tetesan air yang istiqamah
Atau lembutkan seperti embun di pagi hari
Maaf tuan
Ini hanya resah
Yang kami tahan begitu lama

Annuqayah, 2017


PERIHAL RINDU

; Sandal jepitku yang kini raib

 

Bersamamu aku belajar melangkahi batas
tanpa terpaku mengenal arah.
Denganmu berjuta rihlah tercipta
dari bias senyum tercipta sampai tangis yang pecah.

Aku akan tetap mengenangmu,
Sebagai sosok yang pernah hadir menyatu pada tubuhku.
Sebab, tubuhmu yang kerap kali kurangkul dalam langkahku.

Annuqayah, 2017


SALAM SAUDARAKU

; Ahmad Nyabeer & Zen Kr.

 

Salam saudaraku
Engkau dengan kepakan sayapmu
Yang telah menjatuhkanku pada jurang api
Terkadang aku meringis malu atau cemburu
Melihat sayapku belum seindah akan sayapmu
Telah aku tengadahkan tanganku kepada tuhan
Untuk juga bertengger pada dahan yang tinggi itu
Namun, masih tetap aku memuja sajakmu
Memuja huruf huruf yang kau rangkai
Mencipta sihir membuatku lunglai

Salam saudaraku penyair
Hari ini masih tetap aku berlari
Mencoba mengejarmu, sebab aku cemburu
Mencoba aku untuk terbang
Namun, engkau dengan sayapmu
Masih melesat indah
Hinggap pertama pada pangkuan
Pada pengharapan
Ingin juga aku dipandang dari kejauhan
Dengan kepakan sayapku, berdiri di atas bebukitan para penyair
Salam saudaraku

Annuqayah, 2017


 

TERIMA KASIH, MINA

; Atminia Januvata Urba

 

Mina, jangan kau hadir
Kembali menjelma bunga
Sebab, aku tidak akan tertipu
Aku tak pernah melupakan masa lalu, Mina
Aku masih mengingatmu
Mengingat luka yang kau cipta pada jiwaku
Telah aku berjalan
Menjauh dari segala yang engkau cipta
Kini aku bersama bunga
Yang akan tetap menjaga harumnya untukku

Tak perlu engkau menyesali Mina
Engkau bukan perempuan yang paling hina
Atau yang aku anggap kelam
Pernah aku mencintaimu
Bahkan tertunduk kepadamu
Namun, setelah rihlah itu Mina
Luka dan air mataku
Tuhan menyatukan aku dengannya
Tuhan maha tau yang baik dan buruknya
Dan kepadamu Mina
Terima kasih atas segalanya

Annuqayah, 2017


Royhan Firdaus, kelahiran Desa JenanggerBatang-batang. Aktivis Sanggar Andalas dan Komunitas Persi-IKSABAD. Alumni Mts. Integral Al Qadiri dan termasuk siswa aktif MAT Annuqayah, Santri PP.Annuqayah Lubangsa.

Email : en.royhan@yahoo.com

No. Hp : 082301639283

Facebook Comments