KISAH RANTING KERING

Ranting kering bersuaka pada pohon kehidupan
Mengharap tunas baru akan muncul
Pucuk daun merindu bahagia
Harapan tak sekedar asa
Menanti dalam keabadian

Bandung, 05 September 2017


CATATAN BUNGA

Kelopak bunga merekah bahagia
Tersenyum pada mekarnya kehidupan
Sempat ia berbangga pada keindahan diri
Hingga satu masa tlah tiba
Helai demi helai kelopaknya mulai berguguran
Sang bunga pun tersadar bahwa tak ada yang abadi

Bandung, 12 September 2017


DI BAWAH SUAKA SANG LANGIT

Di bawah perlindungan sang langit
Kupintakan kilau juga kerlipmu wahai bintang
Tuntun langkahku tepis kebimbangan semu

Di bawah naungan sang langit
Kupanjatkan do’a menembus tujuh lapisanmu
Terangi redup di sudut hati yang terluka

Di bawah suaka sang langit
Kutawan semua pekat dalam kalbu
Sirnalah ia berganti cahaya-Mu

Bandung, 19 September 2017


SEJUMPUT ASA PADA MALAM

Wahai sang malam kupintakan padamu
Tuntun penaku lukiskan keindahanmu
Pada rembulan kupintakan cahayamu
Berikan penerangan bagi kalbu ini
Pada sang Bintang kupintakan kerlipmu
Tuliskan cahaya pada langkah hidupku

Wahai sang malam kuharapkan padamu
Tuntun penaku dalam kilau cahayamu
Pada rembulan kuharapkan pesonamu
Hapus semua gulita yang bersemayam
dalam kalbu, pikiran juga derap langkahku

Bandung, 29 Agustus 2017


MEMORI MASA LALU

Saat penggalan kisah lama terbersit dalam angan
Ada memori terselubung yang membekas
Tentang masa lalu yang telah lama menjauh pergi
Namun masih meninggalkan jejak langkahnya

Seuntai baris puisi pernah kutuliskan
Untuk dirimu yang pernah singgah dan menetap
Tinggal di dalam kalbu satu dasawarsa lamanya
Namun engkau hanyalah persinggahan sementara

Engkau hanyalah persinggahanku menjaring mimpi
Merajut asa yang tak pasti
Tapi dialah yang membuatku melabuhkan seluruh hidupku
Maka cintaku ini telah dimiliki oleh dia

Kau dan aku adalah cerita lalu
Yang tak mungkin kita rangkai kembali jalinannya
Karena kita telah dipilihkan yang terbaik oleh-Nya
Mengertilah wahai engkau yang pernah singgah

Yakinlah kita akan bahagia dengan pilihan-Nya
Nyalakanlah cinta untuk-Nya dan dia
Dalam kalbu, jiwa dan derap langkahmu
Jangan sesali yang bukan untukmu
Berbahagialah karena bahagia adalah hak semua insan

Bandung, 15 Agustus 2017


Sekumpulan Puisi buah karya Lia Yuliani. Nama Penanya adalah Leannie. Menulis merupakan sebuah terapi bagi penulis, menuangkan kata untuk membuat suatu kenangan dalam keabadian. Suatu impian menjadi seorang penulis yang buah karyanya bisa menebarkan manfaat bagi sekitarnya.

Penulis tinggal di kota Bandung. Untuk kontak dengan penulis harap add Email: leannie.019@gmail atau Instagram di @lia.yulian019.

Facebook Comments